Mulai dari identifikasi korban tsunami, korban pembunuhan berantai
sampai korban jatuhnya pesawat Sukhoi akhir-akhir ini, tes DNA semakin
terasa akrab di masyarakat. Mungkin saat ini hampir semua orang pernah
mendengarnya, meskipun hanya dari televisi. Kebanyakan orang mungkin
hanya mengetahui bahwa tes DNA digunakan untuk mengidentifikasi tubuh
korban. Padahal, tes DNA juga digunakan untuk keperluan lain, misalnya
untuk menentukan ayah biologis (paternitas), silsilah dan hubungan
darah.
Apakah DNA?
DNA adalah singkatan dari deoxyribonucleic acid
(asam deoksiribo nukleat). DNA terdapat di mana-mana dalam tubuh Anda.
Tubuh manusia terdiri dari 50 triliun sel yang memiliki inti, di mana
DNA tersimpan. DNA merupakan molekul dengan struktur mirip tangga
terpilin. Setiap tangga terdiri dari unit-unit pasangan bahan kimia yang
saling berikatan, disebut basis: Adenine, Guanine, Cytosine dan Thymine
(A,G,C,T). A selalu berpasangan dengan T dan C selalu dengan G.
Rangkaian A,G,C,T selalu berulang dalam pola yang unik, sehingga
menentukan sifat-sifat dan karakteristik unik Anda. Ada sekitar 3 milyar
basis kimia dalam tubuh manusia, dan hampir semuanya terangkai sama
pada setiap orang. Bahkan, urutan dari keempat basis itulah, yang
disebut sekuens DNA, yang bertanggungjawab membentuk dan memelihara
tubuh seseorang.
DNA dapat mereplikasi yaitu membentuk kopi
dirinya sendiri. Setiap untaian DNA berisi sekuens basis tertentu.
Setiap basis juga dihubungkan oleh molekul gula dan fosfat. Bila basis
membentuk anak tangga (horizontal), maka molekul gula dan fosfat
membentuk bagian vertikal dari tangga tersebut.
Molekul-molekul
DNA di tubuh Anda tersusun dalam paket-paket yang disebut kromosom.
Setiap manusia memiliki 23 pasang kromosom. Satu dari 23 pasang kromosom
itu, yang disebut kromosom seks, berbeda pada pria dan wanita. Wanita
memiliki dua kromosom X, laki-laki memiliki kromosom X dan Y. Setiap
organisme memiliki jumlah kromosom yang berbeda. Misalnya, simpanze
memiliki 24 pasang, pisang 11 pasang, dan lalat hanya 4 pasang.
Selanjutnya,
kromosom tersusun dalam segmen-segmen pendek DNA yang disebut gen. Bila
DNA adalah buku resep, maka setiap gen adalah resepnya. Resep ini
memberitahu sel-sel bagaimana menjalankan fungsi dan mengekspresikan
sifat tertentu. Manusia memiliki sekitar 25.000 gen. Gen inilah yang
menentukan warna rambut, jenis rambut, warna kulit, warna mata, dll.
Misalnya, seseorang memiliki rambut hitam keriting karena gen-gen yang
diwarisi dari orangtuanya menginstruksikan sel-sel folikel rambut untuk
membentuk rambut hitam dan keriting.
Apakah tes DNA?
Tes
DNA adalah analisis terhadap pola DNA (profil genetik) seseorang. Untuk
keperluan tes DNA, sampel sel diambil dari jaringan tubuh (biasanya
kulit). DNA kemudian dimurnikan dari sel-sel tersebut dan pola
variasinya dibaca dengan mesin sekuensing DNA seperti pembacaan barcode. Hasil pembacaan barcode DNA ini kemudian dianalisis.
DNA
dari tubuh seseorang akan 100% sama, dari mana pun Anda mengambil
sampelnya. Setiap orang memiliki pola DNA yang unik, seperti halnya
sidik jari. Karena setengah dari pola DNA diwariskan dari ibu dan
setengah diwariskan dari ayah, setengah dari garis-garis dalam barcode DNA
anak akan berderet seperti pada DNA ayah, setengah lainnya seperti pada
DNA ibu. Bila tidak ada hubungan orangtua-anak, tidak akan terdapat 50%
kesamaan tersebut. DNA di antara saudara sekandung juga memiliki
beberapa kesamaan, namun tidak seperti pada orangtua-anak.
Dalam tes DNA post-mortem
seperti pada korban kecelakaan pesawat terbang, hasil tes digunakan
untuk mengidentifikasi pemilik tubuh korban dan menyatukan bagian-bagian
tubuhnya yang terpisah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar