mencari bahan makanan yang bebas pestisida, harus belanja di supermarket. ingin minum air yang bebas arsenik, harus beli air mineral yang tidak murah. ingin menonton tayangan televisi yang mendidik kita masih dihantui sinetron esek-esek yang tidak pernah jelas mutunya. ingin berkendara yang bebas macet, bebas dari pasar tumpah, bebas dari daerah-daerah rawan kecelakan dan maling juga sulit. bahkan untuk celaka di indonesia pun sangat tidak nyaman.
kenapa demikian, kita lihat saja jika ada seorang pengendara yang mengalami kecelakaan lalu lintas. orang-orang di sekitarnya tidak akan memberikan pertolongan, melainkan hanya mengerubungi dan menjadikannya seakan sebuah adegan dramatis dalam sinetron.
bisa ditebak, ujung-ujungnya orang yang celaka dalam keadaan apapun akan diberikan teh manis yang hangat. padahal tidak semua orang yang mengalami kecelakaan membutuhkan teh manis.
yang tidak dapat dibayangkan adalah, ketika orang tersebut mengalami trauma di tenggorokan. kemudian saluran menuju lambungnya tertutup dan yang terbuka hanya saluran menuju paru-paru. alih-alih menolong, teh manis yang diberikan tidak masuk ke lambung melainkan menuju paru-paru. yang pasti dapat berakibat fatal bahkan kematian. dikarenakan benda asing apapun selain udara yang masuk ke dalam paru-paru akan membuat kolaps dan berujung kematian.
tidak hanya itu, sistem penanganan di Indonesia masih jauh dari kata 'safe'. prosedur pertama dalam melakukan pertolongan pada kecelakaan adalah menghubungi UGD sebuah rumah sakit tentunya. tapi di indonesia, hal tersebut masih langka. memang benar ambulance ada, tapi tidak pernah berfungsi dengan baik. menunggu ambulance tiba sama saja dengan menunggu malaikat maut menjemput orang yang mengalami kecelakaan.
jika harus kita bandingkan dengan sistem penanggulangan penangan gawat darurat di Amerika yang tentu sangat jauh sekali dengan indonesia, di sana setiap kali ada yang kecelakaan yang akan datang menolong tidak hanya ambulance saja, akan tetapi akan ada tiga mobil yang datang beriringan.
ambulance yang membawa tenaga medis untuk menolong korban. pemadam kebakaran yang nantinya bertanggung jawab pada pengangkutan kendaraan yang rusak akibat kecelakaan tersebut dan polisi yang akan menghubungi keluarga korban kecelakaan.
sehingga ketika mengalami kecelakaan pun, seseorang akan mendapatkan pertolongan yang layak.
jalan-jalan satu-satunya yang bisa kita miliki adalah membekali diri kita sendiri, tentang apa yang harus kita lakukan apabila menemukan korban kecelakaan seperti itu:
pertama
jangan panik, seperti apapun keadaan korban. yang pasti korban membutuhkan pertolongan. jika kita masih bisa melihat ada tanda-tanda kehidupan pada korban seperti ia masih terlihat bernafas dan denyut nadinya masih teraba. coba untuk menyapa, apakah pasien masih bisa menjawab dan berkomunikasi dengan jelas.namun jika korban masih tidak dapat menjawab, dan sangat membutuhkan pertolongan sementara diri kita sendiri tidak tahu cara melakukan pertolongan. mintalah bantuan kepada beberapa orang. minta satu orang untuk menghubungi Rumah Sakit terdekat, agar dikirimkan ambulance. kemudian minta satu orang yang lain untuk menghubungi polisi, agar menghubungi pihak keluarga korban.
kedua
jika korban terlihat tergeletak lemah dan tidak sadarkan diri. jangan sekali-kali berusaha merubah posisi korban. kita patut mencurigai leher korban patah. mengapa demikian? dikarenakan pada bagian leher manusia ada sebuah syaraf yang besar yang menghubungkan tubuh manusia bagian bawah dengan otak. apabila syaraf tersebut terjepit ataupun patah karena perubahan posisi tubuh korban maka akan berakibat kematian. dikarenakan suplai oksigen ke otak berhenti. sementara, lima menit saja otak kekurangan oksigen mampu menyebabkan kematian.ketiga
jika korban kecelakaan lebih dari satu dan ada korban lain yang selamat. bukan berarti orang tersebut tidak memiliki masalah. cobalah untuk membantu menenangkan dan yakinkan bahwa semuanya dapat ditangani dan baik-baik saja. dikarenakan menyembuhkan trauma psikologis akibat kecelakaan nyatanya lebih sulit.semoga tulisan ini dapat membantu, dan kita tidak perlu kebingungan ketika akan memberikan pertolongan pada korban kecelakaan. dan jauhkan dari pikiran anda, untuk menjadi penonton jika ada sebuah kecelakaan. daripada membantu memenuhi pemandangan ironi, dan anda tidak dapat melakukan tindakan pertolongan sebaiknya pergi menghindar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar